Senin, 30 Maret 2015

Tulisan Bingung

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 07.54 0 komentar
Assalamu'alaikum.

Bersua lagi dengan tulisan saya dalam laman blog yang-sudah-amat-sangat-usang-tak terurus ini. Setelah selama dua bulan vakum menulis ada dua rasa yang saya rasakan sekarang ini. Rasanya itu, pikiran menjadi kaku dan tangan menjadi tremor.

Yang pertama,  pikiran menjadi kaku.
Kenapa pikiran bisa kaku? Pikiran menjadi kaku lantaran saya sudah cukup lama vakum untuk menulis apapun, yang biasanya bisa saya share kedalam blog usang saya punya ini, sehingga pikiran menjadi sulit untuk mengeksplorasi ide-ide , menjadi tidak selancar biasanya.

Yang kedua, tangan menjadi tremor. 
Kenapa tangan bisa tremor? Tangan menjadi tremor lantaran saya bingung ingin menuliskan apa disini, iyalah hal ini jelas bisa terjadi karena sangat dipengaruhi oleh rasa yang pertama, pikiran yang sedang kaku membuat tangan tidak bisa berjalan beriringan untuk menulisakan sesuatu.

Seperti halnya malam ini, diwakili dengan banyak kalimat yang saya tuliskan diatas telah jelas menjelaskan bahwa saya bingung mau menuliskan apa dilaman blog usang saya punya ini, pun bingung harus memulai dari bagian mana. Karena saya juga bingung mau menuliskan tentang apa. Sebab itu saya menjadi bingung. Dan saya sekarang semakin bingung. Bingung. Pembaca juga bingung. Well, Kalimat bingung yang membingungkan ini jangan terlalu dibaca dan dipahami, bisa jadi akan menambah kebingungan dan menjadi bingung. Karena menurut saya sesuatu yang membuat bingung tidak akan menghasilkan suatu keuntungan di masa depan. Dan terbaca kalimat barusan tidak sangat nyambung dengan kalimat sebelumnya , maka semakin membuat bingung. Dan...sudah ya nanti semakin bingung.

Tapi dalam peristiwa saya vakum menulis ini ada beberapa patahan kalimat yang akan saya tuliskan sekarang , "bahwa segala kebiasaan yang baik jangan sesekali ditinggalkan atau ditunda mengerjakannya. Ingat selalu pepatah lama, bahwa mempertahankan sesuatu jauh lebih sulit daripada saat memulai mendapatkannya". - semoga menjadi patahan kata yang menginspirasi.

Malam ketigapuluh bulan ketiga, jam 22.00

Sabtu, 24 Januari 2015

Allah dulu, Allah lagi, Allah selalu

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 21.00 0 komentar
Bismillah. 

Kita sebagai manusia yang hidup tidak akan lepas dari masalah. Pernah sempat merasa gunda gulana nan gelisah resah karena masalah hidup belum terlihat titik berakhirnya. Lalu kemanakah manusia harus berlari meminta bantuan? Jawabannya hanya satu yaitu Allah azza wajalla. Terkadang ini yang dilupakan oleh manusia. Merasa khawatir karena masalahnya yang besar, padahal manusia mempunyai Allah yang Maha Besar. Bukankah Allah telah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 173, yang berbunyi : 
...hasbunallah wa ni’mal wakiil (QS. 03:173). Artinya : “...cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung (QS. 03:173) . Ayat tersebut telah jelas mengatakan bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penolong dan pelindung bagi manusia. Jadi, masih adakah lagi ragu untuk meminta pertolongan-Nya? Masih adakah lagi ketakutan menghadapi masalah yang diberi-Nya?

Kita sebagai manusia yang hidup hendaknya hanya menjadikan Allah sebagai tempat untuk bergantung, karena niscaya hati tidak akan merasakan kecewa. Menggantungkan segala harapan tentang hidup hanya pada Allah, karena hati telah percaya bahwa segala alur hidup dari-Nya selalu luar biasa. Sekalipun terkadang apa yang terjadi tidak sesuai keinginan hati, percayalah bahwa Allah lebih mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh manusianya. Alangkah baiknya jika hidup dipenuhi syukur, sebab "nikmat Tuhan manalagi yang kau dustakan?". Tidak ada pula hidup yang sia-sia, lekatkan kepercayaan akan kuasa tangan-Nya yang telah merancang tiap-tiap alur kehidupan ini, dimana selalu terselip rasa rencana terbaik yang rasanya luar biasa.

Kita sebagai manusia yang hidup hendaknya senantiasa mengingat-Nya, dengan menyebut asma-Nya melalui dzikir. Sebagaimana yang telah di firmankan Allah melalui Qur'an Surah Arro'du ayat 28 yang artinya : "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Arro'du: 28)
Jadi sering-seringlah mengingat Allah (berdzikir) maka manusia akan memperoleh ketenangan didalam hatinya. Insya Allah .

Tulisan kecil sekedar untuk mengingatkan saya pribadi, kamu, kalian dan semua manusia-Nya yang kiranya berkenan untuk membaca tulisan ini.

Jumat, 23 Januari 2015

10 Wasiat Imam Hasan Al-bana

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 08.13 0 komentar
1. Sholat di awal waktu. Bangunlah segera untuk sholat bagaimanapun keadaan. Bukankah Allah telah memudahkan manusiaNya yang hendak tunaikan ibadah? Tidak ada alasan untuk nggak mengerjakan sholat ya.
2. Selalulah membaca dan mentelaah Al-Qur'an, buku-buku, mendengar ceramah agama, berdzikirullah dan jangan membuang masa dengan perkara yang tidak berfaedah.
3. Bersungguh-sungguh untuk bisa berbahasa arab dengan fasih.
4. Jangan banyak bertengkar dan mengundang perdebatan di berbagai kesempatan.
5. Jangan terlalu banyak tertawa, sebab tertawa yang berlebihan akan mengeraskan hati. Bagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, yang telah disampaikan oleh 'Aisyah Radhiallaahu anha : "Belum pernah  aku melihat Rasulullah tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan anak lidah beliau. Namun beliau hanya tersenyum." (HR. Muttafaq 'alaih) . dan sesungguhnya Allah memanggil jiwa-jiwa yang tenang.
6. Jangan banyak bergurau, karena umat yang berjihad itu selalu serius dengan amanah yang di jalankan. Maka bersungguh-sungguhlah dalam keseriusan.
7. Jangan mengeraskan suara yang tidak perlu ketika bercakap dengan orang lain, dan bercakap sesuai yang dibutuhkan.
8. Jauhi ghibah, perbuatan mengumpat atau menyakiti orang lain dalam bentuk apapun.
9. Berkenalan dengan saudara-saudara sesama muslim yg kamu temui meskipun tidak diminta. Tentunya dengan adab ; yang akhwat dengan akhwat dan yang ikhwan dengan ikhwat , jangan sebaliknya.
10. Gunakan masa dengan sebaiknya dan ringkaslah pelaksanan pekerjaan rumah daripada waktu yang tersedia.
 
 

Rabu, 21 Januari 2015

Assalamu'alaykum, 19!

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 03.00 0 komentar
Bismillah.

Hati mengucap lirih kata-kata penuh syukur dibulan Januari, tepatnya di malam kedua puluh satu ini. Maha pengatur waktu memang telah membuat waktu tidak lagi berjalan, namun seakan berlari. Lagi, hari ini peristiwa sejarah dalam hidup saya terulang kembali. Peristiwa berkurangnya usia diri. Sujud syukur dipersembahkan guna menyambut nikmat Allah azza wajalla yang telah membawa saya hingga pada hari ini. 

Usia baru yang berkurang satu tahun ini telah mengingatkan saya bahwa batas tahap remaja saya akan selesai, dan segera memasuki tahap menjadi makhluk dewasa. Usia baru yang berkurang satu tahun ini telah mengingatkan saya bahwa "usia yang sebenar-benarnya usia" sejatinya telah berkurang lagi satu . Usia baru yang berkurang satu tahun ini telah mengingatkan bahwa saya harus terus-selalu bermuhasabah diri, karena sangat sadar jika selama sembilanbelas tahun hidup tidak lepas dari dosa kesalahan penuh kekurangan, mengingat kembali apa yang telah tercapai dan apa yang belum tercapai hingga pada usia ini.  

Sama halnya seperti tahun lalu ketika usia dunia saya berkurang satu, saya menikmati hari itu di tanah jogja. pun saat ini , saya kembali bisa menikmati suasana atmosfer berkurangnya satu tahun usia dunia saya didalam atmosfer tanah jogja, pada balik tembok kamar kontrakan saya. Tahun lalu, masih sangat teringat jelas di pikiran bahwa saya pernah menulis di laman blog usang ini, yang isinya : "Masih sampaikah nafas usia saya ditahun yang akan datang?" Maka malam kedua puluh satu ini adalah jawaban yang Allah telah berikan.

Maka nikmat Allah manalagi yang kau dustakan? Jawabannya tidak ada. Karena semua yang terjadi dalam hidup telah di tata rapi dalam buku skenario terbaik Allah bernama Lauhul Mahfuz, dimana semua yang tertulis disana tentu selalu terselip rasa nikmat nan baik. Begitupun peristiwa berkurangnya satu tahun usia saya ini, Allah tentu telah menuliskan ini dalam skenarioNya jauh sebelum saya ada menapak bumiNya.  

Teruntuk usia baru yang berkurang satu tahun ini, ada hati yang meminta penuh harap...tangan Allah senantiasa memudahkan saya dalam beristiqomah menuju perempuan yang mempunyai hati tawwadu', senantiasa diberikan pemahaman tentang hidup melalui peristiwa pahit-manisnya kehidupan yang kelak akan melahirkan kedewasaan berpikir agar dapat menyikapi persoalan hidup, serta senantiasa tercurahkan limpahan kebahagian penuh berkah dalam kehidupan dunia dan akhirat.  

Kembali hari ini saya bertanya, masih sampaikah nafas usia saya ditahun yang akan datang? Semoga Allah selalu ridho memanjangkan usia dunia saya, lagi. dan pada patahan kata terakhir ini ada sapaan penuh syukur yang bertuliskan "Assalamu'alaykum 19tahun!"
 

tanah jogja, 21 januari 2015. At Achelia's Kingdom



Kamis, 01 Januari 2015

ahlan wa sahlan 2015

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 00.00 0 komentar
Blog yang tidak menyerupai blog, usang berdebu penuh sawang karena ditinggalkan oleh majikannya yang tenggelam dalam kesibukan kuliah. Setelah kurang lebih 4 bulan tidak produktif untuk menulis di laman blog usang ini, memendam inspirasi karena harus terhalang dengan kesibukkan kuliah yang hampir tidak menyisakan waktu untuk saya menulis. Bersyukurnya hari ini ada luang waktu, sehingga kesempatan ini saya gunakan untuk menelurkan sedikit inspirasi yang siap untuk dituliskan.

Hari ini merupakan malam terakhir di bulan akhir ditahun 2014. Begitu cepatnya roda waktu berputar hingga kita berjumpa pada bulan akhir ini lagi. Padahal, kayaknya baru kemarin saya menulis tentang penghujung tahun dilaman blog ini juga. Betapa kuasa tangan Allah telah membuat waktu dunia berjalan begitu cepat.

Sebagaimana malam yang tetap sama, malam yang tetap segumpalan gelap. Harapan manusia mulai terurai ketika penghujung tahun. Perayaan mulai dimeriahkan untuk menyambut suasana yang katanya baru. Begitupun saya merayakannya bersama rasa bersyukur karena masih bisa merasakan atmosfer ini ditanah jogja, sama seperti tahun sebelumnya.

Alangkah manfaatnya yang baru ini dipenuhi bermuhasabah diri, seperti dengan belajar menekan keegoisan diri untuk mendapatkan hati yang lebih tawwadu. Mengelola sabar agar jiwa merasakan nikmatnya ikhlas. Bermuhasabah diri untuk meng-upgrade kedewasaan hati untuk melahirkan jiwa yang lebih berkualitas lagi dari sebelumnya. 



Disamping kemeriahan bunyi kembang api yang hanya membuat bising, ada satu hal yang kita nggak boleh lupa, bahwa semakin bertambahnya tahun dunia, maka mengartikan pula semakin tua rentanya usia hidup kita dibumi Allah ini.


@ Tengah malam ditanah jogja, tanggal terakhir dibulan terakhir 2014.

Jumat, 12 September 2014

Homesick

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 22.00 0 komentar
Salam rindu, blog. Beri ijin untuk majikanmu yang malam ini ingin kembali menjamahmu dengan torehan cerita perasaannya hari ini. 

Malam ketiga saya kembali menginjak tanah jogja dan kembali menempati ruang kamar kostan saya. Entah kenapa ada atmosfer yang berbeda saya rasakan didalamnya nan serta merta merasuk kedalam perasaan jiwa melankolis saya. Sebuah perasaan rindu yang amat dalam akan kehangatan suasana riuh pada naungan yang menjadi tempat berkembang hidup kedua orangtua dan anak-anaknya.
Mungkinkah ini yang dinamakan rindu akan kampung halaman alias rumah atau bahasa kerennya "homesick" ? Seperti yang pernah saya tuliskan dalam laman blog sebelumnya, bahwa bagaimanapun indahnya dunia luar, rumah akan tetap menjadi tempat untuk pulang kembali. Begitupun yang dirasakan malam ini, saya ingin kembali pulang kerumah.

Entah mengapa rasa rindu ini datangnya sedikit mengagetkan jiwa. Saya memang seorang introvert yang menyukai sendirian, tapi nyatanya saya belum bisa sepenuhnya survive ketika merasakan kesepian yang datangnya tiba-tiba serta tidak mengenakkan ini. Malam ini saya hanya butuh orangtua, adik dan teman terdekat untuk meramaikan sepi, tapi apalah daya ketika semuanya terjangkau karena jarak.

Mungkin saja malam ini jiwa melankolis saya sedang mengalami gangguan yang entah apa saya menyebutnya. Ketika homesick ini membuat sembab yang menyertai sesak nafas, saya hanya bisa berdoa semoga ini lekas sembuh dan saya bisa kembali normal tanpa keluhan untuk menjalani alur hidup dariNya yang luar biasa ditanah rantau ini .




@ 22.00 wib -12 September 2014, at tanah jogja

Selasa, 12 Agustus 2014

Eksperimen ala Achelia. Happy cooking!^^

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 07.38 0 komentar
Assalamu'alaykum wr. wb
Hari ini saya ingin kembali berbagi cerita. Pada liburan semester kuliah yang telah berlalu beberapa hari yang lalu saya menyempatkan untuk melalukan eksperimen baru didalam sebuah ruangan yang disebut dapur. Eksperimen ini adalah buah mahakarya dari imajinasi ketika liburan dirumah. Saya bereksperimen dengan membuat makanan yang tentunya bisa untuk dimakan dengan rasa yang enak menurut saya dan Ibnu, adik saya.
Berikut ini beberapa bahan yang perlu disediakan :
1. Pisang. Bisa menggunakan pisang jenis apa saja sesuai selera, jika ingin lebih enak bisa menggunakan pisang raja.
2. Tepung Terigu, sebagai adonan. Tidak ada takaran untuk membuatnya, bisa diambil sesuai selera saja (ingin banyak atau sedikit). Jika dalam gambar ini, saya menggunakan satu bungkus tepung terigu untuk membuat adonan.
3. 1 butir telur ayam.
4. Gula pasir. Tidak ada takaran juga, bisa diambil sesuai selera. Jika ingin manis, bisa ditambahkan 5-10 sendok makan, jika ingin tidak terlalu manis bisa ditambahkan 3-5 sendok makan.
5. 1 bungkus vanili, agar harum. Bahan ini tidak wajib harus disediakan, semua kembali lagi kepada sesuai selera pembuatnya.
6. Air putih, secukupnya.

Untuk membuatnya sangat sederhana dan mudah. How to do it? Let's read this and ready for cooking!^^
Step 1 : Potong pisang berbentuk bulat/serong/sesuai selera.
Step 2 : Campurkan tepung terigu, gula pasir, 1 butir telur ayam, dan 1 bungkus vanili dalam sebuah wadah. Wadah ini bisa menggunakan mangkok ukuran besar.
Step 3 : Tambahkan air putih secukupnya dengan sambil diaduk hingga semua bahan diatas tercampur. Pastikan agar adonan tidak menggumpal dan adonannya menjadi encer.
Step 4 : Tuang adonan kedalam teflon untuk membuat adonan menjadi berbentuk dadar, yang akan dijadikan sebagai kulitnya.
Step 5 : Berikan pisang yang sudah dipotong-potong tadi sesuai selera diatas adonan kulit tersebut. Kemudian lipat kulitnya.
Step 6 : Sajikan bersama minuman hangat/dingin. Tetapi saya merekomendasikan menyajikannya bersama minuman capucinno dingin. Cocok disantap untuk bahan makanan sarapan pagi juga lho.



Jreng jreng...seperti ini penampakan dari wujud makanan yang saya buat dalam eksperimen didapur pada masa liburan semester kuliah. Semoga bisa menambah persediaan cemilan dirumah dan kreasi menu makanan saat sarapan pagi. Happy cooking!^^


 Rumah, 04 Agustus 2014 @11.30 wib
 

Regnum Imaginaria Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei