Kamis, 29 Mei 2014

Istilah dalam Ilmu Psikologi

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 22.30 0 komentar
Hari ini saya kembali ingin menuliskan sesuatu tentang Science of Psychology. Dorongan obsesi jiwa ini yang memicu saya untuk selalu rajin mengorek-orek tentang ilmu yang saya gemari ini. Kali ini tulisan saya adalah tentang istilah-istilah psikologi. Seperti yang saya ketahui, ilmu Psikologi mempunyai fungsi sebagai ilmu yang mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa suatu tingkah laku manusia bisa terjadi. Berdasarkan fungsi ilmu psikologi tersebut muncul istilah-istilah menurut ilmu psikologi yang menjelaskan tentang apa, bagaimana dan mengapa suatu tingkah laku bisa terjadi. Nah, berikut ini istilah-istilah menurut ilmu psikologi yang saya ketahui.
a.) Amimism adalah istilah untuk menyebut kesalahan logika yang terjadi pada anak-anak, menganggap benda mati memiliki perasaan dan motif.
b.) Avoidant adalah istilah untuk menyebut perasaan tidak percaya diri dan sangat sensitif terhadap hal-hal yang negatif, takut dinilai, dikritik dan dipermalukan.
c.) Cellanoma adalah dorongan seseorang untuk mengambil ponsel setiap kali orang lain melakukan hal itu. 
d.) Cotard's Syndrome adalah keadaan gangguan jiwa dimana si penderita mempercayai bahwa dirinya sudah mati. 
e.) Cyber-Love adalah pola kedekatan yang terjalin dari hubungan yang tercipta dalam sosial media atau interaksi cyber lainnya.  
f.) Dysania adalah keadaan di mana seseorang sulit meninggalkan tempat tidurnya saat pagi hari. 
g.) Eccedentesiast adalah istilah untuk seseorang yang menyembunyikan rasa sakit mereka di balik senyumnya. 
h.) Hipotimia adalah keadaan seseorang yang selalu murung dan sedih, selalu mengeluh dan tak punya semangat. 
i.) Librocubicularist adalah sebutan untuk seseorang yang suka membaca di tempat tidur.  
j.) Lychnobite adalah sebutan untuk seseorang yang bekerja di malam hari dan tidur di siang hari. Sekilas mirip kelelawar.
k.) Munchausen adalah gangguan yg menggambarkan seseorang yang berpura-pura menjadi sedih/sakit untuk mendapatkan perhatian dari orang lain .
l.) Mythomania adalah penyakit bohong yang dilakukan secara terus-menerus tapi penderitanya tidak mempunyai rasa bersalah apapun.
m.) Nyctophilia adalah sebutan untuk seseorang yang menyukai kegelapan atau saat malam hari.
n.) Retrouvailles adalah istilah untuk menyebut perasaan bahagia seseorang ketika akhirnya bertemu kembali dengan seseorang setelah sekian lama. Menurut survei pribadi, gangguan yang sebagian besar manusia bumi pernah mengalaminya. 
o.) Sleepwalking atau disebut somnambulisme adalah yang kita kenal dengan tidur sambil berjalan. Penyebabnya bisa gen, lingkungan atau medis.  
p.) Somniloquy adalah istilah untuk orang yang memiliki kebiasaan berbicara saat tertidur. Istilah kerenya, mengigau. 
q.) Textiety adalah rasa resah dan tidak tenang ketika kamu tidak menerima atau mengirim pesan singkat.

Nah, sekian yang bisa saya tuliskan dalam laman ini. Semoga bermanfaat ya. #IlovePsychologysomuch

Selasa, 13 Mei 2014

Rindu dalam sekat jarak antara Paris Van Java dengan Kraton Jawa

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 21.38 0 komentar

Perasaan sejati akan selalu menghadirkan jiwa ketulusan untuk seseorang yang dicintai. Maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bukan? Sekalipun itu soal jarak tak terjangkau kaki, waktu yang membatasi, dan dimensi ruang berbeda yang menyekati. Percayalah bahwa jika takdir tangan Tuhan telah membawamu berjodoh dengannya yang jauh, perasaan dua jiwa akan selamanya menyatu bahagia.

Senja menyapu lembut pesona langit biru dengan warna merah kekuningan untuk menjemput cahaya matahari malam yang perlahan merangkak naik ke permukaan langit. Dunia berubah sunyi. Malam ini didalam sudut kamar kecil aku kembali ingin mematung sendiri. 

Sunyi, sepi, dan jauh. Seperti Aku dan Kamu.

“Bagaimana kabarmu di kota Paris Van Java sana?” lirihku terucap kata manakala bayangannya selalu terlintas dalam pikiranku. “Pasti kamu baik-baik saja. Semoga iya” , sambungku masih dengan nada suara yang lirih hampir tak terdengar.
Selayaknya senja yang tanpa jemu datang untuk menjemput cahaya matahari malam dengan keadaan baik-baik saja dan menyertai suasana langit menjadi baik-baik saja. Begitupun dengan radarku yang berusaha menerka keadaan jiwamu disana, tanpa jemu dan berharap kamu baik-baik saja. 

Karena ketika kamu baik-baik saja. Maka akupun baik-baik saja. Kita satu jiwa.

Namaku Fianthy, manusia perempuan yang gemar merangkai khayalan. Aku yang kini sedang menikmati sekat-sekat jarak bersama manusia laki-laki yang kupanggil, Wibowo. Kami telah tersekati oleh jarak berkilometer demi untuk menyongsong masa depan masing-masing. Saat ini aku masih menuntut ilmu dengan khidmat  di kota Kraton Jawa ini, sedangkan Wibowo juga sedang berjuang bersama mimpinya di kota Paris Van Java, kota yang ia tinggali terkenal dengan sebutan nama itu.
Aku meraih kalender kecil diatas meja belajarku. Aku perhatikan dengan teliti, diam-diam sembari menghitung waktu.
“Iya benar, malam ini telah memasuki 10 tahun aku dengan Dia berjarak jauh. Terasa lama sekali ya”, kataku sambil tersenyum menyakinkan diri sendiri. “Tapi Tuhan telah membuat sepuluh tahun ini menjadi terasa sangat hebat”, sambungku penuh rasa syukur menyelimuti.

Selama 10 tahun ini jarak telah meyekati aku dengan Wibowo. Sekat jarak antar kota Paris Van Java dengan kota Kraton Jawa. Ah, rasanya ingin memindahkan keduanya dalam satu tempat yang sama. Tetapi aku harus sadar bahwa dunia ini bukan negri dongeng. Bahkan aku pun bukan seorang ahli sihir. Semua itu hanya khayalan kacauku saja. Khayalan kacau karena aku terus-menerus menyimpan kerinduan tentangnya.

Ada rindu dalam sekat jarak ini. Rindu yang kian tumbuh disarang jiwa, dan aku senang membuatnya tumbuh

Teringat percakapan manis hari itu menjelang kepergiannya kekota Paris Van Java. Percakapan manis yang mengandung pesan yang manis pula. Selayaknya senja yang selalu mengantarkan malam datang dengan jingga khasnya yang manis.
“Aku berangkat besok. Kamu jaga diri baik-baik disini, ingat pesan aku ya”, kata Wibowo dengan lembut. Gema suaranya pun masih terdengar nyata didekat dua telingaku hingga saat ini, seolah tanpa jarak.
Dunia seolah telah membuat waktu berjalan dengan sangat cepat hari itu. Aku memaksa rela membiarkannya pergi bersama mimpinya. “Kamu juga baik-baik ya. Do’aku senantiasa menyertaimu”, balasku lirih menahan haru. Karena aku tidak ingin lagi terlihat cengeng seperti bocah kecil dihadapannya.
Aku berikan seulas senyuman terbaikku untuk mengantar kepergiannya. Selayaknya senja yang selalu menebar senyum dengan langit jingga nan merona ketika merelakan sang langit biru tenggelam.


Mengulang memori itu sejenak mengubahku menjadi diam dan berpikir keras. Bahwa ternyata sekat jarak ini sejatinya membuatku tidak perlu merisaukan apapun. Memang, rinduku memanggilmu tanpa jemu, tetapi rinduku juga harus mengangguk memahamimu. Aku percaya bahwa sekat jarak ini akan berakhir bila waktunya tiba, dan aku harus menunggu tanpa boleh mengiba. Sebab bukankah bila kehendak takdir berkata jodoh, aku dan Wibowo akan berjodoh? Dan jika tepat, maka sekat jarak ini tidak akan lagi menghalangi rindu, karena kami telah menyatu dan akan menjadi nyata indah bila waktunya tiba nanti, sebelum nafas ini berhenti mendahului.

“Karena sejauh apapun jarak, apabila garis takdir Tuhan telah menghendaki berjodoh, maka berjodoh. Namun sedekat apapun jarak, apabila garis takdir Tuhan  tidak menghendaki berjodoh, maka tidak akan berjodoh.  Betapa takdir Tuhan itu telah sempurna, maka percayalah” – (Achelia Afiyanti, 2014) 


(NB : Alhamdulillah. Persembahan buah imaji yang melahirkan sebentuk cerpen pertama saya ini. Akan saya abadikan dalam semangat menulis guna menciptakan karya yang lebih ‘greget’ lagi dari sekedar ini )

Senin, 05 Mei 2014

The Power of Introvert

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 05.00 0 komentar
Assalamu'alaikum wr . wb 

Allah dengan Maha besar telah menciptakan manusia dengan berbagai keunikan. Keunikan itu telah Allah selipkan pada setiap manusiaNya, salah satunya adalah pada kepribadian yang dimiliki oleh manusia. Kepribadian yang pasti telah Allah rancang dengan hebat dan setiap manusia pasti memilikinya. Namun sedikit dari mereka yang bisa memahami kepribadian diri mereka sendiri. Padahal karakter atau kepribadian diri mereka itu juga merupakan bagian dari identitas diri mereka.
Ditinjau dari dunia ilmu jiwa, kepribadian itu terbagi 2 , yaitu kepribadian introvert dan kepribadian ekstrovert. Di laman blog usang saya ini, saya akan bercerita tentang penjabaran kepribadian introvert atau kepribadian tertutup. Lalu apa itu Introvert? Jadi Introvert adalah kepribadian yang dimiliki oleh seseorang yang menikmati dan menyukai kesendirian, tertutup dan pendiam. Jarang berbicara dan bisa menjadi pendengar yang baik. Lebih suka menyendiri dirumah daripada berkumpul dengan orang lain, apalagi berada dalam tempat keramaian. Walaupun tidak semua orang introvert seperti demikian, karena ada segelintir orang introvert yang juga berkumpul dan berbicara dengan temannya walaupun kebanyakan yang dibahas adalah hal yang bermanfaat baginya. Secara singkat, introvert tidak suka berbasa-basi.

Nah demikian sangat tergambar jelas sekali pada diri saya. Mengapa? Karena saya merupakan manusia berkepribadian introvert serta tipikal manusia yang cendurung lebih menyukai diam dan ketenangan dalam sunyi. Saya lebih cenderung menyukai ketika mendengarkan orang lain bercerita, dibandingkan dengan saya yang harus bercerita dengan orang lain. Saya lebih menyukai menghabiskan waktu dalam kesendirian, bukan bersama teman atau orang lain, apalagi dalam jumlah banyak. Hal ini memang sudah menjadi bawaan sejak saya bayi, dan terjadi juga ketika tingkat sekolah pertama hingga jaman mahasiswi sekarang ini, saya masih saja sulit beradaptasi dengan dunia keramaian, penuh orang serta sesuatu yang membuat bising. Entah kenapa, saya sukar mendapatkan kenyamanan dari dalam diri saya apabila berada didalam situasi yang demikian. Seakan-akan saya ingin lari, pergi, dan melenyapkan diri untuk mencari tempat yang sunyi nan nyaman untuk saya. Jadi jangan heran jika saya sering menghabiskan separuh waktu sibuk saya dikampus dengan sendirian. Jika sudah demikian, pelarian utama saya adalah meluncur ke perpustakaan. Bergaul dengan buku-buku psikologi disana. Selain itu tempat ternyaman kedua yang menjadi favorit saya adalah kamar kost saya sendiri, selayaknya -surga dunia- didunia saya sendiri. Di dunia orang introvert. Apalagi akhir-akhir ini ke-introvert-an diri saya sangat meninggi, terlebih jika sedang dikampus.

Saya  suka menyendiri, namun bukan berarti saya tidak melakukan apa-apa, tetapi saya mempunyai cara tersendiri untuk melakukan sesuatu itu. Saya menutup diri, bukan pada semua orang tetapi saya juga bisa berbicara panjang, namun hanya kepada seorang atau dua orang saja yang merupakan teman baik saya. Iya hanya kepada teman baik saja saya mau berbagai cerita panjang itu. Ini bukan berarti juga saya pemilih teman, tidak sama sekali! namun saya hanya sedang berusaha berhati-hati jika menjalin pertemanan dengan orang lain. Karena hanya sedikit orang yang dapat memahami kepribadian orang introvert seperti saya.

Menjadi introvert itu bukan suatu hal yang memalukan, melainkan takdir terbaik atas keunikan kepribadian yang telah diberikan Allah kepada manusia pilihanNya. Maka inilah saya yang telah diciptakan melalui tanganNya, lengkap dengan karunia kelemahan dan kelebihan yang saya miliki. Berharap bisa menjadi manusia introvert yang berguna untuk sosial - Achelia , 2014









When I won't talking too much to anyone. Doesn't mean I'm badmood or angry. Sometime, I just like being quiet. - Achelia, 2014














Jangan malu, ketika dirimu tidak memiliki banyak teman. Jangan takut, ketika dirimu dalam kesendirian.  Karena sesungguhnya Allah swt adalah sebaik-baiknya teman yang selalu dekat, apabila kamu dekat denganNya. Ada kekuatan hebat dibalik diamnya Introvert. -Achelia, 2014





Ini kepribadian jiwa saya, apa kepribadian jiwamu? Apapun kepribadian jiwamu; Semoga tulisan kecil ini bisa mengingatkan, bahwa kita telah terlahir dalam keunikan kepribadian jiwa yang berbeda-beda. Bahwa kita telah terlahir dengan bakat-bakat jiwa yang berbeda-beda. Bahwa hendaknya kita selalu bersyukur dan berbangga atas segala apapun pemberianNya, sebab nikmat Allah manalagi yang kau dustakan? Hanya Allah swt Maha adil seadil-adilnya, serta hanya Allah swt maha mengetahui apa yang tidak manusiaNya ketahui.

Saya bangga dengan diri saya sendiri, saya bersyukur.

Wassalamu'alaikum wr .wb

Minggu, 13 April 2014

Cinta Tanpa Alasan #CintaMenginspirasi

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 00.23 0 komentar
(Dengan menyebut nama Allah inilah sebuah persembahan imaginasi penulis amatir tentang cinta. Sebuah cerita fiksi yang berharap menjadi nyata indah. Semoga menginspirasi untuk mampu mencintai seseorang dengan tulus tanpa alasan)
***

"Bahwa urusan perasaan cinta sejati itu selalu sederhana. Bahwa jika kuasa tangan Tuhan telah menggariskan berjodoh, maka tidak akan pernah terpisahkan oleh takdir."

Senja menutup hari menuju malam yang sedang diguyuri hujan dengan lembut di luar. Seketika membasahi tanah yang halus serta menebarkan aroma basah yang khas. Aku sedang menunggu suamiku pulang bekerja. Suamiku adalah seorang lelaki pekerja keras dan sebagai seorang perempuan yang menjadi istrinya aku sangat menikmati indahnya pesona kehidupan berumahtangga bersamanya. Perasaan bahagia seolah selalu menyelimuti kami.

Sambil duduk diruang tamu rumah sederhana kami, aku seolah ingin mengulang kembali cerita peristiwa masa lalu yang terjadi bersama suamiku. Khayalan kisah beberapa tahun silam itu selalu menemaniku di saat menunggu kepulangan suamiku dirumah sederhana kami. Usiaku yang hampir senja rasanya mustahil untuk tetap mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu itu. Maka ini adalah berkat kuasa Tuhan yang telah menjadikan memori kenangan bersamanya seakan abadi dalam ingatanku, seakan tidak ada satu inchi peristiwa yang bisa aku lupakan. Kenangan bersamanya selalu aku ingat, tanpa alasan aku melakukannya.
Kejadian sekitar 40 tahun silam, pertemuan pertama kami terjalin ketika kami masih dalam satu atap sekolah tingkat menengah pertama. Meskipun sebenarnya tidak pernah terjadi interaksi perkenalan secara resmi diantara kami. Aku ketahui namanya dari temanku. Lucu sekali rasanya ketika mengingat kejadian pada saat itu. Sampai pada penghujung akhir semester kelas pertama, aku mendapati berita bahwa ia pindah ke sekolah lain. Entah dengan alasan mengapa, akupun tak tahu. Namun yang aku tahu saat itu kami sudah tidak lagi berada dalam satu atap sekolah yang sama. Kami berbeda tempat. Seakan terpisahkan oleh sekat dimensi kehidupan masing-masing.

Waktu berjalan mengikuti alur tangan Tuhan. Hingga pada akhirnya, kami bertemu kembali didalam ruang-obrolan-teman-lama. Sesuatu yang menakjubkan, hingga kini aku masih terus memikirkan. Betapa takdir kuasa Tuhan selalu bergerak tanpa diketahui oleh manusiaNya. Dan akhirnya kamipun menjalin hubungan pertemanan yang nyata. Nyata yang semakin membuat kami dekat. Dekat melalui radar jiwa. Radar jiwa yang mampu mengantarkan benih-benih perasaan berbeda tumbuh mekar bersarang dihati. Entah aku harus menyebutnya apa dan bagaimana, namun benih-benih perasaan itu kian menjalar di jiwa.

Seiring waktu yang kian mengerogoti tahun demi tahun, hingga suatu ketika peristiwa malam itu, ia datang bersama kedua orangtuanya bertemu dengan kedua orangtuaku dirumah. Sungguh kedatangannya bersama keluarganya saat itu, membuat hatiku bertanya keras. Jelas ini bukan merupakan pertemuan silahturahmi biasa. Ada sesuatu dibalik sesuatu, pikirku.  Dan benar saja, bahwa dia melamarku, memintaku untuk menjadi pendamping hidupnya. Lontaran suaranya yang tegas seakan telah menjawab pertanyaan hatiku pada saat itu.
Tuhan kembali telah menunjukkan kuasa takdirnya yang sempurna, melalui peristiwa lamaran itu aku menemukan jodoh hati yang telah dipilih oleh tanganNya, dan dengan tulus aku menerimanya tanpa alasan. Hatiku telah menerimanya. Tidak perlu ada ikatan alasan yang harus aku jabarkan sebab penerimaan itu sudah berasal dari dasar hati. Karena cintaku tanpa alasan untuknya.

***

Malam hampir mendekati larut, terdengar suara kendaraan berhenti didepan rumah, dan suara ketukan pintu disertai sapaan salam seolah membuat deburan khayalanku tentangnya harus diselesaikan sejenak. Aku melangkah kedepan untuk menyambut kedatangannya.

"Assalamualaikum Bu. Ayah pulang" sapanya lembut kepadaku.
"Wa'alaikumsalam. Iya alhamdulillah ayah sudah pulang, ibu sudah sejak tadi menunggu ayah. Malam ini seperti biasa ibu sudah menyiapkan sesuatu untuk kita" sambutku hangat sembari mencium punggung tangan suamiku. dengan menggandeng tangannya, kuajak dia menuju ruang makan sederhana kami.

Disana telah tertata rapi hidangan kesukaan suamiku. Ada tiga lilin yang sudah menghiasi. Suara hujan yang lembut diluar seakan menambah romantisme kami. Malam ini adalah malam kedua puluh tujuh tahun usia pernikahan kami, terasa sangat istimewa dan membahagiakan. Kami saling menatap, saling bertautan tangan, dan saling mengulas senyuman tanda kami sangat bahagia, kami menikmati suasana romantis nan istimewa itu hanya berdua. Betapa malam ini kuasa takdir Tuhan terlalu sempurna dari apapun, kuasaNya yang telah menjaga hati kami berdua hingga saat ini, sehingga kami tetap dapat saling mencintai tanpa karena, tanpa tapi dan tanpa alasan.
Cinta tanpa alasan telah mampu mengantarkanku kepada cinta yang sejati. Cinta tanpa alasan yang mendasar pada hati, bukan pada kerupaan fisik. Cinta tanpa alasan yang mampu membuat kami dapat saling menerima apapun kelebihan dan kekurangan diri serta mampu mengabadikan perasaan suci dari jiwa ini menjadi tetap utuh, meskipun raga sudah termakan oleh usia yang menua. Karena hatiku mencintai hatinya. Karena cintaku tanpa alasan untuknya.

Minggu, 30 Maret 2014

Seperti bunga

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 20.30 0 komentar
 
 Selayaknya seperti sekumpulan bunga,
seburuk apapun cuaca saat musim panas diluar , 
namun tetap menebarkan warna indah nan eloknya.
sederas musim hujan yang membasahi tiap kelopaknya, 
namun tetap bermekaran lantas tak menjadikannya layu .
bahkan saat musim gugur membuatnya berjatuhan, 
namun tetap menerima, dan kembali tumbuh mekar, bersemi dengan indah.

Bahwa setiap peristiwa hidup selalu memiliki 'rasa' , 
'rasa' yang mampu menjadikan manusia belajar-menerima-untuk hidup yang lebih indah. 
 Takdir hidup dariNya tidak pernah tidak memiliki 'rasa', bukan? :)

(Achelia Afiyanti, 2014)

Sabtu, 15 Maret 2014

Hello! New Kingdom♥

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 13.00 0 komentar
Assalamu'alaikum. Hello blog :) Bagaimana perasaanmu dihari Sabtu siang ini?
Hari ini saya datang dengan cerita. Sabtu siang ini, saya sedang menikmati atmosfer baru, ditempat yang baru. Saya mempunyai-kingdom- baru. Sebuah kerajaan kecil yang hanya cukup dinikmati oleh saya sendiri.
Selama dua hari kemarin, saya direpotkan dengan urusan-penataan-barang-saya yang lumayan mendatangkan keringat. Terhitung sudah dua hari saya memenjarakan diri saya didalam kingdom saya ini. Jum'at malam ketika semua barang sudah berhasil diangkut kedalam-kingdom- baru saya, malam itu juga sekitar pukul sebelas lebih tiga puluh lima menit saya bergegas menata barang di-kingdom- baru saya. Kegiatan itu rampung sekitar jam 02.00 dini hari, hari Sabtu. Seketika saya bisa menyulapnya menjadi tempat yang membuat saya nyaman ditempat baru saya ini. 
Ternyata berada ditempat baru dalam keadaan sendirian juga memerlukan adaptasi, sehingga membuat saya sulit tidur. Hanya melihat ke langit-langit kamar. Berharap sinyal kantuk itu datang dan saya segera bisa istirahat. Namun, karena ditambah kondisi badan yang-sedemikian-rasanya juga menjadi faktor pendukung untuk menghambat susahnya saya tidur malam itu. Hingga larut, kegiatan istirahat itu baru bisa dimulai sekitar pukul lima lebih tiga puluh menit, setelah subuhan. Luar biasa.


Sudut favorit pertama.
Tempat tidur yang nyaman. Sederhana.
Setidaknya saya bisa menghabiskan waktu istirahat saya disini. Menuntaskan kelelahan diri dari segala aktivitas dan pikiran :)
Dan ini, sudut favorit kedua saya. Melalui tempat ini saya bisa menghabiskan waktu santai saya setelah kuliah disini. Bermain bersama laptop, nulis laporan, ngerjain tugas, nulis blog, membaca buku, mendengarkan musik, dan segala sesuatu yang menjadi hobi saya akan tercurahkan disini. Memang belum banyak yang bisa saya dekorasi dengan baik untuk menambah kenyaman kamar saya, maklum karena keterbatasan waktu dan ketersediaan bahan :D

Setidaknya, saya sudah menyulapnya dengan sederhana. Karena sederhana itu yang membuat saya nyaman berada disini. Menikmati segala sesuatunya dengan sendirian. Sendirian bermain didalam dunia saya, dan ini adalah-kingdom baru-saya.

Senin, 10 Maret 2014

Tentang "Negeri diUjung Tanduk"

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 22.00 0 komentar
Assalamu'alaikum. Hi gusy! Welcome back to my blog. I want to tell you about what I did today. Let's start telling~

Hari ini dikampus saya sedang ada sebuah acara yang menurut saya sangat menarik untuk dihadiri. Saya diundung khusus oleh Kelembagaan tingkat Universitas dikampus saya melalui....media facebook :v cukup membuat ngakak kata-kata saya yang barusan ya /oke skip~
Jadi acara apa itu? Acara bedah buku dengan mengundang pembicara seorang penulis novel best seller yang sangat terkenal didunia kepenulisan dan terkenal didunia orang yang "kutu buku" seperti saya ini. Bedah buku ini lebih menjurus pada acara talkshow, dan talkshow ini mengupas sebuah buku yang berjudul "Negeri di ujung tanduk". Karya Tere Liye.
Senin pagi tadi dengan gamis ungu dan jilbab biru muda, saya berjalan seperti biasa ke lokasi acara tersebut, dimana acara ini bertempat di Gedung Kahar Mudzakir UII . Gedung yang berada persis didepan area kampus saya.
15 menit sebelum acara dimulai saya melihat bazaar buku yang berada di stand depan. Dan saya pun membeli bukunya untuk pertama kali. Meskipun sudah sering membaca sinopsis pada beberapa judul buku karyanya, tapi saya belum berkesempatan untuk membeli buku karya-karyanya. But thats okay, because now I have one of his books , meskipun judul buku yang saya beli berbeda dengan judul buku yang akan dibedah pada acara tadi. Next time I will buy some of his books again :3 Once again, saya berhasil mendapatkan tanda tangan beliau di buku yang baru saja saya beli itu~ alhamdulillah.

Tujuan utama saya datang pada acara tersebut adalah untuk bisa bertemu dengan beliau, bertemu Tere Liye. 
Bukan hanya itu saja, saya juga dengan sangat serius mendengarkan beliau ketika mengorek sebagian isi buku 'Negeri diujung tanduk' dan beliau juga bercerita seputar dunia kepenulisan. Sangat menarik dan saya senang.

Dalan acara bedah buku tadi, beliau menceritakan bahwa novel "Negeri diujung Tanduk" ini merupakan novel sekuel dari novel "Negeri pada Bedebah" , dengan tokoh yang sama , memiliki alur cerita yang hampir sama, namun isu-isu yang ditulis dalam novel Negeri diujung Tanduk" berbeda dengan buku sebelumnya. Tokoh utamanya bernama Thomas. Jika di "Negeri para Bedebah" Thomas di tokoh utama berprofesi sebagai konsultan muda di bidang ekonomi yang mahir luar dalam seluk beluk perekonomian, namun di "Negeri di Ujung Tanduk" ,  Thomas berkecimpung dalam hitam putih dunia kepolitikan.

Sinopsis novel "Negeri di Ujung Tanduk"

Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.
Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Tapi di Negeri di Ujung Tanduk setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan. 


"Siapa yang sebenarnya memiliki sebuah partai politik? Karena lihatlah, bukankah ada banyak partai politik di negeri ini yang tidak ubahnya seperti kerajaan. Pucuk pimpinannya adalah ratu, mewarisi kedudukan itu dari orangtuanya, dan orangtuanya mewariskan posisi itu ke anak-anaknya? Lantas orang-orang di sekitarnya adalah keluarga dekat, kerabat, sanak famili, yang bisa merangsek ke posisi penting tanpa harus susah payah meniti karir politik. Apa kata ratu, semua anggota harus dengar. Apa kata ratu, semua anggota harus tunduk. Omong kosong semua kongres, musyawarah, rapat, dan sebagainya. Omong kosong. Titah ratu adalah segalanya, di atas seluruh anggota partai. Ini membingungkan. Apakah partai itu sebuah kerajaan? Bukan lembaga paling demokratis di alam demokrasi?" (hlm. 235)

Diakhir cerita, Thomas bisa dibilang beruntung karena memiliki teman-teman yang peduli dan peka terhadap pekerjaannya. Thomas mengakhiri konfliknya dan mendapat bantuan dari teman-temannya saat sedang terpojok.
Novel ini merupakan novel yang berbobot untuk dibaca, karena terdapat sentuhan politik yang dituangkan dalam kata-katanya. Kalimat-kalimat yang pilih pun menarik dan mengalir begitu saja. pembaca seakan disuguhkan kejadian yang benar-benar terjadi dalam kehidupan Inti dari novel ini adalah sikap kejujuran dan kepedulian. Saya rekomendasikan kepada kalian untuk membaca buku ini, semoga menginspirasi kalian untuk lebih meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama dan sesuatu.

(kutipan Tere Liye saat acara bedah buku)
 "seorang mahasiswa yang berkeinginan membangun kepedulian untuk sosial tidak selalu perlu dengan melakukan orasi, berkoar-koar menghabiskan suara, namun mereka bisa membangunnya melalui tulisan yang menginspirasi orang banyak" - Tere Liye

"tidak perlu menjadi orang yang besar, penulis yang besar, penemu yang besar untuk menjadi yang dikenal. melainkan kita bisa dengan melakukan suatu perubahan kecil yang bermanfaat untuk orang lain, maka kita akan kenal melalui perubahan itu (peduli) " -- Tere Liye

Sepotong kepedulian terhadap hal kecil yang kadang terabaikan, akan melahirkan perubahan lebih baik untuk masa depan negeri ini, bangsa ini, dan kita sendiri. (Achelia , 2014)

Sampai berjumpa ditulisan berikutnya. Ma'assalamah :3
 

Regnum Imaginaria Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei