Senin, 05 Mei 2014

The Power of Introvert

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 05.00 0 komentar
Assalamu'alaikum wr . wb 

Allah dengan Maha besar telah menciptakan manusia dengan berbagai keunikan. Keunikan itu telah Allah selipkan pada setiap manusiaNya, salah satunya adalah pada kepribadian yang dimiliki oleh manusia. Kepribadian yang pasti telah Allah rancang dengan hebat dan setiap manusia pasti memilikinya. Namun sedikit dari mereka yang bisa memahami kepribadian diri mereka sendiri. Padahal karakter atau kepribadian diri mereka itu juga merupakan bagian dari identitas diri mereka.
Ditinjau dari dunia ilmu jiwa, kepribadian itu terbagi 2 , yaitu kepribadian introvert dan kepribadian ekstrovert. Di laman blog usang saya ini, saya akan bercerita tentang penjabaran kepribadian introvert atau kepribadian tertutup. Lalu apa itu Introvert? Jadi Introvert adalah kepribadian yang dimiliki oleh seseorang yang menikmati dan menyukai kesendirian, tertutup dan pendiam. Jarang berbicara dan bisa menjadi pendengar yang baik. Lebih suka menyendiri dirumah daripada berkumpul dengan orang lain, apalagi berada dalam tempat keramaian. Walaupun tidak semua orang introvert seperti demikian, karena ada segelintir orang introvert yang juga berkumpul dan berbicara dengan temannya walaupun kebanyakan yang dibahas adalah hal yang bermanfaat baginya. Secara singkat, introvert tidak suka berbasa-basi.

Nah demikian sangat tergambar jelas sekali pada diri saya. Mengapa? Karena saya merupakan manusia berkepribadian introvert serta tipikal manusia yang cendurung lebih menyukai diam dan ketenangan dalam sunyi. Saya lebih cenderung menyukai ketika mendengarkan orang lain bercerita, dibandingkan dengan saya yang harus bercerita dengan orang lain. Saya lebih menyukai menghabiskan waktu dalam kesendirian, bukan bersama teman atau orang lain, apalagi dalam jumlah banyak. Hal ini memang sudah menjadi bawaan sejak saya bayi, dan terjadi juga ketika tingkat sekolah pertama hingga jaman mahasiswi sekarang ini, saya masih saja sulit beradaptasi dengan dunia keramaian, penuh orang serta sesuatu yang membuat bising. Entah kenapa, saya sukar mendapatkan kenyamanan dari dalam diri saya apabila berada didalam situasi yang demikian. Seakan-akan saya ingin lari, pergi, dan melenyapkan diri untuk mencari tempat yang sunyi nan nyaman untuk saya. Jadi jangan heran jika saya sering menghabiskan separuh waktu sibuk saya dikampus dengan sendirian. Jika sudah demikian, pelarian utama saya adalah meluncur ke perpustakaan. Bergaul dengan buku-buku psikologi disana. Selain itu tempat ternyaman kedua yang menjadi favorit saya adalah kamar kost saya sendiri, selayaknya -surga dunia- didunia saya sendiri. Di dunia orang introvert. Apalagi akhir-akhir ini ke-introvert-an diri saya sangat meninggi, terlebih jika sedang dikampus.

Saya  suka menyendiri, namun bukan berarti saya tidak melakukan apa-apa, tetapi saya mempunyai cara tersendiri untuk melakukan sesuatu itu. Saya menutup diri, bukan pada semua orang tetapi saya juga bisa berbicara panjang, namun hanya kepada seorang atau dua orang saja yang merupakan teman baik saya. Iya hanya kepada teman baik saja saya mau berbagai cerita panjang itu. Ini bukan berarti juga saya pemilih teman, tidak sama sekali! namun saya hanya sedang berusaha berhati-hati jika menjalin pertemanan dengan orang lain. Karena hanya sedikit orang yang dapat memahami kepribadian orang introvert seperti saya.

Menjadi introvert itu bukan suatu hal yang memalukan, melainkan takdir terbaik atas keunikan kepribadian yang telah diberikan Allah kepada manusia pilihanNya. Maka inilah saya yang telah diciptakan melalui tanganNya, lengkap dengan karunia kelemahan dan kelebihan yang saya miliki. Berharap bisa menjadi manusia introvert yang berguna untuk sosial - Achelia , 2014









When I won't talking too much to anyone. Doesn't mean I'm badmood or angry. Sometime, I just like being quiet. - Achelia, 2014














Jangan malu, ketika dirimu tidak memiliki banyak teman. Jangan takut, ketika dirimu dalam kesendirian.  Karena sesungguhnya Allah swt adalah sebaik-baiknya teman yang selalu dekat, apabila kamu dekat denganNya. Ada kekuatan hebat dibalik diamnya Introvert. -Achelia, 2014





Ini kepribadian jiwa saya, apa kepribadian jiwamu? Apapun kepribadian jiwamu; Semoga tulisan kecil ini bisa mengingatkan, bahwa kita telah terlahir dalam keunikan kepribadian jiwa yang berbeda-beda. Bahwa kita telah terlahir dengan bakat-bakat jiwa yang berbeda-beda. Bahwa hendaknya kita selalu bersyukur dan berbangga atas segala apapun pemberianNya, sebab nikmat Allah manalagi yang kau dustakan? Hanya Allah swt Maha adil seadil-adilnya, serta hanya Allah swt maha mengetahui apa yang tidak manusiaNya ketahui.

Saya bangga dengan diri saya sendiri, saya bersyukur.

Wassalamu'alaikum wr .wb

Minggu, 13 April 2014

Cinta Tanpa Alasan #CintaMenginspirasi

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 00.23 0 komentar
(Dengan menyebut nama Allah inilah sebuah persembahan imaginasi penulis amatir tentang cinta. Sebuah cerita fiksi yang berharap menjadi nyata indah. Semoga menginspirasi untuk mampu mencintai seseorang dengan tulus tanpa alasan)
***

"Bahwa urusan perasaan cinta sejati itu selalu sederhana. Bahwa jika kuasa tangan Tuhan telah menggariskan berjodoh, maka tidak akan pernah terpisahkan oleh takdir."

Senja menutup hari menuju malam yang sedang diguyuri hujan dengan lembut di luar. Seketika membasahi tanah yang halus serta menebarkan aroma basah yang khas. Aku sedang menunggu suamiku pulang bekerja. Suamiku adalah seorang lelaki pekerja keras dan sebagai seorang perempuan yang menjadi istrinya aku sangat menikmati indahnya pesona kehidupan berumahtangga bersamanya. Perasaan bahagia seolah selalu menyelimuti kami.

Sambil duduk diruang tamu rumah sederhana kami, aku seolah ingin mengulang kembali cerita peristiwa masa lalu yang terjadi bersama suamiku. Khayalan kisah beberapa tahun silam itu selalu menemaniku di saat menunggu kepulangan suamiku dirumah sederhana kami. Usiaku yang hampir senja rasanya mustahil untuk tetap mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu itu. Maka ini adalah berkat kuasa Tuhan yang telah menjadikan memori kenangan bersamanya seakan abadi dalam ingatanku, seakan tidak ada satu inchi peristiwa yang bisa aku lupakan. Kenangan bersamanya selalu aku ingat, tanpa alasan aku melakukannya.
Kejadian sekitar 40 tahun silam, pertemuan pertama kami terjalin ketika kami masih dalam satu atap sekolah tingkat menengah pertama. Meskipun sebenarnya tidak pernah terjadi interaksi perkenalan secara resmi diantara kami. Aku ketahui namanya dari temanku. Lucu sekali rasanya ketika mengingat kejadian pada saat itu. Sampai pada penghujung akhir semester kelas pertama, aku mendapati berita bahwa ia pindah ke sekolah lain. Entah dengan alasan mengapa, akupun tak tahu. Namun yang aku tahu saat itu kami sudah tidak lagi berada dalam satu atap sekolah yang sama. Kami berbeda tempat. Seakan terpisahkan oleh sekat dimensi kehidupan masing-masing.

Waktu berjalan mengikuti alur tangan Tuhan. Hingga pada akhirnya, kami bertemu kembali didalam ruang-obrolan-teman-lama. Sesuatu yang menakjubkan, hingga kini aku masih terus memikirkan. Betapa takdir kuasa Tuhan selalu bergerak tanpa diketahui oleh manusiaNya. Dan akhirnya kamipun menjalin hubungan pertemanan yang nyata. Nyata yang semakin membuat kami dekat. Dekat melalui radar jiwa. Radar jiwa yang mampu mengantarkan benih-benih perasaan berbeda tumbuh mekar bersarang dihati. Entah aku harus menyebutnya apa dan bagaimana, namun benih-benih perasaan itu kian menjalar di jiwa.

Seiring waktu yang kian mengerogoti tahun demi tahun, hingga suatu ketika peristiwa malam itu, ia datang bersama kedua orangtuanya bertemu dengan kedua orangtuaku dirumah. Sungguh kedatangannya bersama keluarganya saat itu, membuat hatiku bertanya keras. Jelas ini bukan merupakan pertemuan silahturahmi biasa. Ada sesuatu dibalik sesuatu, pikirku.  Dan benar saja, bahwa dia melamarku, memintaku untuk menjadi pendamping hidupnya. Lontaran suaranya yang tegas seakan telah menjawab pertanyaan hatiku pada saat itu.
Tuhan kembali telah menunjukkan kuasa takdirnya yang sempurna, melalui peristiwa lamaran itu aku menemukan jodoh hati yang telah dipilih oleh tanganNya, dan dengan tulus aku menerimanya tanpa alasan. Hatiku telah menerimanya. Tidak perlu ada ikatan alasan yang harus aku jabarkan sebab penerimaan itu sudah berasal dari dasar hati. Karena cintaku tanpa alasan untuknya.

***

Malam hampir mendekati larut, terdengar suara kendaraan berhenti didepan rumah, dan suara ketukan pintu disertai sapaan salam seolah membuat deburan khayalanku tentangnya harus diselesaikan sejenak. Aku melangkah kedepan untuk menyambut kedatangannya.

"Assalamualaikum Bu. Ayah pulang" sapanya lembut kepadaku.
"Wa'alaikumsalam. Iya alhamdulillah ayah sudah pulang, ibu sudah sejak tadi menunggu ayah. Malam ini seperti biasa ibu sudah menyiapkan sesuatu untuk kita" sambutku hangat sembari mencium punggung tangan suamiku. dengan menggandeng tangannya, kuajak dia menuju ruang makan sederhana kami.

Disana telah tertata rapi hidangan kesukaan suamiku. Ada tiga lilin yang sudah menghiasi. Suara hujan yang lembut diluar seakan menambah romantisme kami. Malam ini adalah malam kedua puluh tujuh tahun usia pernikahan kami, terasa sangat istimewa dan membahagiakan. Kami saling menatap, saling bertautan tangan, dan saling mengulas senyuman tanda kami sangat bahagia, kami menikmati suasana romantis nan istimewa itu hanya berdua. Betapa malam ini kuasa takdir Tuhan terlalu sempurna dari apapun, kuasaNya yang telah menjaga hati kami berdua hingga saat ini, sehingga kami tetap dapat saling mencintai tanpa karena, tanpa tapi dan tanpa alasan.
Cinta tanpa alasan telah mampu mengantarkanku kepada cinta yang sejati. Cinta tanpa alasan yang mendasar pada hati, bukan pada kerupaan fisik. Cinta tanpa alasan yang mampu membuat kami dapat saling menerima apapun kelebihan dan kekurangan diri serta mampu mengabadikan perasaan suci dari jiwa ini menjadi tetap utuh, meskipun raga sudah termakan oleh usia yang menua. Karena hatiku mencintai hatinya. Karena cintaku tanpa alasan untuknya.

Minggu, 30 Maret 2014

Seperti bunga

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 20.30 0 komentar
 
 Selayaknya seperti sekumpulan bunga,
seburuk apapun cuaca saat musim panas diluar , 
namun tetap menebarkan warna indah nan eloknya.
sederas musim hujan yang membasahi tiap kelopaknya, 
namun tetap bermekaran lantas tak menjadikannya layu .
bahkan saat musim gugur membuatnya berjatuhan, 
namun tetap menerima, dan kembali tumbuh mekar, bersemi dengan indah.

Bahwa setiap peristiwa hidup selalu memiliki 'rasa' , 
'rasa' yang mampu menjadikan manusia belajar-menerima-untuk hidup yang lebih indah. 
 Takdir hidup dariNya tidak pernah tidak memiliki 'rasa', bukan? :)

(Achelia Afiyanti, 2014)

Sabtu, 15 Maret 2014

Hello! New Kingdom♥

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 13.00 0 komentar
Assalamu'alaikum. Hello blog :) Bagaimana perasaanmu dihari Sabtu siang ini?
Hari ini saya datang dengan cerita. Sabtu siang ini, saya sedang menikmati atmosfer baru, ditempat yang baru. Saya mempunyai-kingdom- baru. Sebuah kerajaan kecil yang hanya cukup dinikmati oleh saya sendiri.
Selama dua hari kemarin, saya direpotkan dengan urusan-penataan-barang-saya yang lumayan mendatangkan keringat. Terhitung sudah dua hari saya memenjarakan diri saya didalam kingdom saya ini. Jum'at malam ketika semua barang sudah berhasil diangkut kedalam-kingdom- baru saya, malam itu juga sekitar pukul sebelas lebih tiga puluh lima menit saya bergegas menata barang di-kingdom- baru saya. Kegiatan itu rampung sekitar jam 02.00 dini hari, hari Sabtu. Seketika saya bisa menyulapnya menjadi tempat yang membuat saya nyaman ditempat baru saya ini. 
Ternyata berada ditempat baru dalam keadaan sendirian juga memerlukan adaptasi, sehingga membuat saya sulit tidur. Hanya melihat ke langit-langit kamar. Berharap sinyal kantuk itu datang dan saya segera bisa istirahat. Namun, karena ditambah kondisi badan yang-sedemikian-rasanya juga menjadi faktor pendukung untuk menghambat susahnya saya tidur malam itu. Hingga larut, kegiatan istirahat itu baru bisa dimulai sekitar pukul lima lebih tiga puluh menit, setelah subuhan. Luar biasa.


Sudut favorit pertama.
Tempat tidur yang nyaman. Sederhana.
Setidaknya saya bisa menghabiskan waktu istirahat saya disini. Menuntaskan kelelahan diri dari segala aktivitas dan pikiran :)
Dan ini, sudut favorit kedua saya. Melalui tempat ini saya bisa menghabiskan waktu santai saya setelah kuliah disini. Bermain bersama laptop, nulis laporan, ngerjain tugas, nulis blog, membaca buku, mendengarkan musik, dan segala sesuatu yang menjadi hobi saya akan tercurahkan disini. Memang belum banyak yang bisa saya dekorasi dengan baik untuk menambah kenyaman kamar saya, maklum karena keterbatasan waktu dan ketersediaan bahan :D

Setidaknya, saya sudah menyulapnya dengan sederhana. Karena sederhana itu yang membuat saya nyaman berada disini. Menikmati segala sesuatunya dengan sendirian. Sendirian bermain didalam dunia saya, dan ini adalah-kingdom baru-saya.

Senin, 10 Maret 2014

Tentang "Negeri diUjung Tanduk"

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 22.00 0 komentar
Assalamu'alaikum. Hi gusy! Welcome back to my blog. I want to tell you about what I did today. Let's start telling~

Hari ini dikampus saya sedang ada sebuah acara yang menurut saya sangat menarik untuk dihadiri. Saya diundung khusus oleh Kelembagaan tingkat Universitas dikampus saya melalui....media facebook :v cukup membuat ngakak kata-kata saya yang barusan ya /oke skip~
Jadi acara apa itu? Acara bedah buku dengan mengundang pembicara seorang penulis novel best seller yang sangat terkenal didunia kepenulisan dan terkenal didunia orang yang "kutu buku" seperti saya ini. Bedah buku ini lebih menjurus pada acara talkshow, dan talkshow ini mengupas sebuah buku yang berjudul "Negeri di ujung tanduk". Karya Tere Liye.
Senin pagi tadi dengan gamis ungu dan jilbab biru muda, saya berjalan seperti biasa ke lokasi acara tersebut, dimana acara ini bertempat di Gedung Kahar Mudzakir UII . Gedung yang berada persis didepan area kampus saya.
15 menit sebelum acara dimulai saya melihat bazaar buku yang berada di stand depan. Dan saya pun membeli bukunya untuk pertama kali. Meskipun sudah sering membaca sinopsis pada beberapa judul buku karyanya, tapi saya belum berkesempatan untuk membeli buku karya-karyanya. But thats okay, because now I have one of his books , meskipun judul buku yang saya beli berbeda dengan judul buku yang akan dibedah pada acara tadi. Next time I will buy some of his books again :3 Once again, saya berhasil mendapatkan tanda tangan beliau di buku yang baru saja saya beli itu~ alhamdulillah.

Tujuan utama saya datang pada acara tersebut adalah untuk bisa bertemu dengan beliau, bertemu Tere Liye. 
Bukan hanya itu saja, saya juga dengan sangat serius mendengarkan beliau ketika mengorek sebagian isi buku 'Negeri diujung tanduk' dan beliau juga bercerita seputar dunia kepenulisan. Sangat menarik dan saya senang.

Dalan acara bedah buku tadi, beliau menceritakan bahwa novel "Negeri diujung Tanduk" ini merupakan novel sekuel dari novel "Negeri pada Bedebah" , dengan tokoh yang sama , memiliki alur cerita yang hampir sama, namun isu-isu yang ditulis dalam novel Negeri diujung Tanduk" berbeda dengan buku sebelumnya. Tokoh utamanya bernama Thomas. Jika di "Negeri para Bedebah" Thomas di tokoh utama berprofesi sebagai konsultan muda di bidang ekonomi yang mahir luar dalam seluk beluk perekonomian, namun di "Negeri di Ujung Tanduk" ,  Thomas berkecimpung dalam hitam putih dunia kepolitikan.

Sinopsis novel "Negeri di Ujung Tanduk"

Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.
Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Tapi di Negeri di Ujung Tanduk setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan. 


"Siapa yang sebenarnya memiliki sebuah partai politik? Karena lihatlah, bukankah ada banyak partai politik di negeri ini yang tidak ubahnya seperti kerajaan. Pucuk pimpinannya adalah ratu, mewarisi kedudukan itu dari orangtuanya, dan orangtuanya mewariskan posisi itu ke anak-anaknya? Lantas orang-orang di sekitarnya adalah keluarga dekat, kerabat, sanak famili, yang bisa merangsek ke posisi penting tanpa harus susah payah meniti karir politik. Apa kata ratu, semua anggota harus dengar. Apa kata ratu, semua anggota harus tunduk. Omong kosong semua kongres, musyawarah, rapat, dan sebagainya. Omong kosong. Titah ratu adalah segalanya, di atas seluruh anggota partai. Ini membingungkan. Apakah partai itu sebuah kerajaan? Bukan lembaga paling demokratis di alam demokrasi?" (hlm. 235)

Diakhir cerita, Thomas bisa dibilang beruntung karena memiliki teman-teman yang peduli dan peka terhadap pekerjaannya. Thomas mengakhiri konfliknya dan mendapat bantuan dari teman-temannya saat sedang terpojok.
Novel ini merupakan novel yang berbobot untuk dibaca, karena terdapat sentuhan politik yang dituangkan dalam kata-katanya. Kalimat-kalimat yang pilih pun menarik dan mengalir begitu saja. pembaca seakan disuguhkan kejadian yang benar-benar terjadi dalam kehidupan Inti dari novel ini adalah sikap kejujuran dan kepedulian. Saya rekomendasikan kepada kalian untuk membaca buku ini, semoga menginspirasi kalian untuk lebih meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama dan sesuatu.

(kutipan Tere Liye saat acara bedah buku)
 "seorang mahasiswa yang berkeinginan membangun kepedulian untuk sosial tidak selalu perlu dengan melakukan orasi, berkoar-koar menghabiskan suara, namun mereka bisa membangunnya melalui tulisan yang menginspirasi orang banyak" - Tere Liye

"tidak perlu menjadi orang yang besar, penulis yang besar, penemu yang besar untuk menjadi yang dikenal. melainkan kita bisa dengan melakukan suatu perubahan kecil yang bermanfaat untuk orang lain, maka kita akan kenal melalui perubahan itu (peduli) " -- Tere Liye

Sepotong kepedulian terhadap hal kecil yang kadang terabaikan, akan melahirkan perubahan lebih baik untuk masa depan negeri ini, bangsa ini, dan kita sendiri. (Achelia , 2014)

Sampai berjumpa ditulisan berikutnya. Ma'assalamah :3

Sabtu, 08 Maret 2014

Ikhlas itu ...

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 11.30 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim. Selamat ahad pagi. Membahas sedikit tentang ikhlas yuk :)

Ikhlas itu, menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah. Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita.
Ikhlas itu, ketika nasehat, kritik, dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
Ikhlas itu, ketika hasil tidak sebnading usaha dan harapan, namun tidak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan
Ikhlas itu, ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, namun tidak membuatmu urung bertanding.
Ikhlas itu, ketika niat baik disambut berbagai prasangka, namun kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
Ikhlas itu, ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalau, namun kamu tetap pada jalan lurus dan terus melankah.
Ikhlas itu, ketika kamu lebih mempertanyakan apa amalanmu dibanding apa posisimu; apa peranmu dibanding apa kedudukkanmu; apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
Ikhlas itu, ketika ketersinggungan pribadi tidak membuatmu jumawa, ketika posisimu dibawah tidak membuatmu ogah bekerja.
Ikhlas itu, ketika khilaf mendorongmu meminta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, dan kerika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
Ikhlas itu, ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kamu balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu tidak kamu balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
Ikhlas itu, ketika kamu bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kamu hadapi kata kasar dengan jiwa besar, ketika kamu hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
Ikhlas itu, gampang diucapkan tetapi sulit diterapkan...namun tidak mustahil diusahakan.

Sudahkah kita mengusahakan untuk ikhlas hari ini?
Tetaplah memohon kepada Maha Pemilik rasa Ikhlas, Allah swt. agar senantiasa berkenan memberikan kemudahan dan serta keistiqomahan dalam mencari ridhoNya.

Tulisan kecil sekedar untuk mengingatkan saya pribadi, kamu, kalian dan semua manusia-Nya yang kiranya berkenan untuk membaca tulisan ini.

Ma'assalamah :3

Jumat, 07 Maret 2014

Tentang kerinduan

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 22.30 0 komentar
Dalam lembaran ini. saya ingin menuangkan kesenduan hati saya, yang sudah beberapa hari ini saya rasakan.....sendirian. Tidak ada yang bisa saya minta untuk bicara tentang ini, bahkan sekedar mengungkapkannya saja. Dan ketika sedang seperti itu, saya hanya bisa berdiam diri dan menikmati rasa itu, hanya sendirian hingga mengalir bulir-bulir yang tidak pernah saya harapkan keluar , namun saya selalu saja gagal untuk mencegahnya. Mungkin melalui laman ini saya akan bercerita, lagipula saya yakin tidak akan bisa terbaca oleh siapa-pun, karena memang tidak ada pembacanya XD. Jadi ijinkan jari saya menari untuk menuliskan apa yang sedang saya rasakan dan yang sedang saya pikirkan, sambari ditemani dengan alunan lagu-pelan-yang telah saya putar sebanyak 10 kali berturut-turut hari ini.  

Saya pernah menuliskan tentang sesuatu yang isinya seperti ini :
" Jika rasa itu telah terpatri dalam relung jiwa kita, tidak ada suatu apapun yang akan menjadi masalah dan dipermasalahkan, bahkan tidak perlu untuk ditakutkan...sekalipun itu soal jarak kita yang tak terjangkau kaki. Karena kita masih memiliki doa yang tidak pernah habis isinya...dan terus isi doa itu dengan asa kebaikkan. Insya Allah kita juga akan selalu baik dalam penjagaan-Nya. "


Pernah juga saya menuliskan begini :
"Ketika rindu semakin menggerogoti sebuah perasaan jiwa dengan sangat kuat, maka bersabarlah. Cinta sejati selalu menemukan jalan untuk saling bertemu. Sederhana."

Urusan jarak itu tidak pantas dipermasalahkan. Karena meskipun dalam sesuatu terdapat jarak sejauh apapun...hati, perasaan, dan jiwa itu dapat didekatkan jika memang Allah sudah menghendaki demikian, pada waktunya tiba nanti. Urusan perasaan sejati itu memang selalu sederhana, jadi untuk apa dibuat rumit? Sudah ada tangan Allah yang bertindak, bukan?

Namun, sebagai manusia yang berperasaan seperti saya...terkadang ada satu hal yang sangat membuat batin menjadi bergemuruh jika berhubungan dengan jarak. Hanya satu hal, dan hal itu adalah kerinduan.

Dan saya hanya ingin mengatakannya malam ini, bahwa saya sedang rindu.
Mungkin seseorang yang saya rindui tidak tau tentang ini, namun setidaknya diri saya sendiri dan Pemilik rasa rindu itu mengetahuinya. Dan setelah mengatakan ini saya juga tidak meminta apapun, sungguh saya tidak meminta "bagaimana", karena saya hanya ingin menuangkan sesuatu yang sedang saya rasakan beberapa hari lalu yang kemudian semakin menjalar hingga hari ini. Begitu saja sudah cukup untuk saya.

Semoga radar ini menyampaikan kepadamu bahwa saya sedang rindu .



 

Regnum Imaginaria Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei