Jumat, 31 Januari 2014

Satu rasa

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 17.00 0 komentar
Ketika "satu rasa" itu sudah menggebu dalam relung hati seorang Saya. 
Sebenarnya sudah sangat lumrah "satu rasa" ini menjamah hati Saya. Namun, perasaan ini seperti merasa "satu rasa" itu datang dengan rasa yang berbeda. Entahlah, alasan apa yang tepat diuraikan untuk menjelaskan penyebab dari "satu rasa" ini terasa sangat berbeda. "Satu rasa" ini sangat kuat. Seperti membelit hati Saya. 

Dan saya menikmati "satu rasa" itu bersama tumpahan air yang berderai dari mata. Saya tumpahkan saja semuanya, mungkin lebih baik jika demikian. Supaya hati bisa kembali tentram seperti sediakala. Namun, itupun sia-sia . Tidak mengubah apapun yang berarti. 

Kamu adalah seseorang disana yang menjadi penyebab dari "satu rasa" itu menjadi demikian berbedanya.
Kamu adalah seseorang disana yang juga telah membuat "satu rasa" itu menjadikan hati saya sebagai tempat untuk merasakannya. Dan, apakah kamu juga mempunyai ruang untuk "satu rasa" itu dihatimu yang juga selalu kamu merasakannya disana?

Saya tuliskan ini dalam lembaran blog imagine usang milik saya, berharap setiap kata-per-kata yang saya tulis dapat membuat kamu mengerti tentang "satu rasa" ini.
Mengertilah dan Rasakan...bahwa "satu rasa" yang sedang saya rasakan ini adalah Rindu ♥



The last day on January | 17.00 At Achelia's Kingdom

Selasa, 21 Januari 2014

Saya dan 18

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 00.30 0 komentar
Bismillah.
Sebelum saya menorehkan cerita malam ini, ijinkan saya untuk mengucapkan salam hangat untukmu blog usangku~
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam kangen terkangen yang paling kangen untuk kamu blogku yang sudah usang berdebu dan bersawang. Saya bersalam dengan seutas senyum yang menjuntai riang dipipi saya. Semoga kamu bisa merasakannya ya, blogku~

Hari ini. Malam kedua puluh satu dibulan awal ditahun yang baru. Akan aku sematkan sebuah cerita turun temurun padamu dibulan ini. Januari 2014. 
Malam kedua puluh satu. Ketika sejarah mencatat diwaktu 18tahun yang lalu, lahirlah seorang anak perempuan yang sangat lucu menggemaskan dari rahim seorang Ibu yang hebat, ditanah jawa bagian timur. Anak itu lahir selepas subuh jam 04.00 waktu setempat. Dengan mengkoarkan tangisannya yang dahsyat, seakan memberi isyarat bahwa anak bayi itu akan hidup ditengah keluarga tersebut. Anak bayi yang gemar mengganggu orang-orang disekitarnya dengan tangisannya yang dahsyat ketika tengah malam datang. Anak bayi dengan rambutnya yang keriting dan pipi yang besar. Dan malam ini, anak kecil itu tumbuh menjadi perempuan yang sedang-akan-menjadi dewasa. Sebenarnya saya hanya mengulang cerita yang pernah dijabarkan oleh Ibu. Saya hanya mengingatnya kembali malam ini.

Dan malam ini, malam kedua puluh satu. Saya kembali mengulang sejarah. Sejarah yang mengantarkan usia dunia saya bertambah satu tahun, namun usia 'sebenar-benarnya' usia saya telah berkurang lagi satu tahun.
Sangat menyedihkan. Menyedihkan ketika usia dunia saya menjadi semakin tua. Seakan ingin memberhentikan waktu dan tetap pada usia sebelumnya. Namun, itu sama saja menolak takdir 'kan? Iya, dan saya tidak mau dianggap demikian. Saya menerima segala sesuatu yang telah menjadi ketetapan-Nya. Seperti usia dunia saya ini. Hari ini.
Dan Alhamdulillah, saya bersujud syukur pada Allah sang pencipta nafas ini. Karena saya bisa merasakan menjadi perempuan berusia 18 tahun. Diusia dunia yang semakin dewasa saya harus membuat progress dalam attitude saya yang masih dirasa sangat 'jelek' ini. Nikmat Allah terlalu banyak sehingga saya tidak mempunyai kemampuan untuk mengatakannya satu-per-satu, karena saya manuisa terbatas hanya bisa bersyukur atas nikmatNya selama saya 18 tahun didunia ini. 
Alhamudulillah juga selama 18 tahun mengulang sejarah tidak pernah ada yang namanya ritual 'bakar lilin' . Cukuplah saya menikmati rezeki pertambahan usia saya ini dengan bersujud malam dihadapanNya. Berkaca diri. Dan selalu mengucap syukur. Berharap semoga keberkahan dunia akhirat selalu mneyertai saya diusia dunia yang baru ini. Aamiin~
Namun, Hanya saja pada 18 tahun ini ada yang berbeda istimewa, saya menikmatinya ditanah Jogja. Tanah yang banyak dikagumi orang-orang akan pesona atmosfer alamnya. Alhamdulillah, saya ber-18-tahun-di-jogja :)

Saya bersyukur malam ini.
Meskipun usia bertambah berubah, namun mimpi dan cita-cita impian saya sejak kecil tidak akan berubah ya. Tidak boleh. 'Ahli jiwa' wanna be tetap dalam genggaman. :D hehe
Ketika saya mengulang sejarah kembali ditahun mendatang, saya akan menjadikanmu tempat kedua pertumpahan torehan rasa syukur saya, setelah sajadah penghubung pada Allah.
Kamu harus ingat ya, blogku.
Namun, yang menjadi pertanyaan... Masih sampaikan nafas usia saya ditahun yang akan datang?
Hanya pencipta nafas ini yang Maha Mengetahui segala-galanya.


Selamat milad :3 saya tutup lembaran cerita ini dengan torehan kata salam untukmu, blogku.
Wassalamu'alaikum warahmatulillahi wabarakatuh.

21st January , 2014 | 00.30  At Achelia's Kingdom

Selasa, 31 Desember 2013

Selamat malam ujung Desember

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 21.00 0 komentar
Selamat malam ujung Desember :;))
Dari dasar tanah Jogja saya menikmati atmosfer kota ini tepat di ujung Desember. Sungguh sangat banyak rasa selama waktu sebelum menjumpai ujung Desember ini, banyak rasa dari asem, manis, pahit, sepet, sampai asin kaya rasanya air mata pun sudah pernah menjajah perasaan untuk dinikmati dalam inci kehidupan. Kehidupan saya khususnya.

Dan ini untuk pertama kalinya merasakan ujung Desember di Jogja. Malam ujung Desember ini saya nikmati bersama kerajaan kecil yang selalu menjadi tempat pembuangan rasa saya dan peneman lelah saya. Saya menamainya "Achelia's Kingdom" , pengertian singkatnya dia adalah kamar saya .
Bukan hanya itu, si pemilik pesan suara yang selalu saya dengar menjelang tidur malam juga setia menemani saya dengan suaranya *lagi*. Kami bercengkrama dan berkhayal sangat banyak dari biasanya. Hal yang sudah lama saya rindukan bisa seperti ini. Dan ini malam pergantian tahun keempat yang sudah kami lewati bersama, masih dengan keadaan kita yang bersama, meskipun dalam jarak, meskipun dalam kejauhan. Dan semoga akan selamanya saya bisa merasakan seperti ini :)

Malam ujung Desember ini membuat saya menjadi semakin introvert. Hanya sempat keluar melihat kearah balkon dan duduk sejenak disana menikmati angin malam. Hmmmm atmosfer Jogja rasanya tuh.....membuat saya berpikir bahwa ujung Desember ini akan mengantarkan saya untuk semakin dekat saja dengan Januari. Bersyukurnya, Alhamdulillah pokoknya ::)))

Meskipun banyak suara petasan berdor-dor-an disini, meskipun teman-teman saya yang lain berjalan-jalan ria kesana-kesini, tapi suasana kamar saya tetap yang lebih berdor-dor-an nyamanya. Ya tolong pahami seorang yang introvert yaaaaaa~ emang begini, rada cuek sama lingkungan sosial sekitar :/ dor!wkwk
Jadi cukuplah kamar dan suara itu yang menemani saya dimalam ujung Desember ini~
Dan kalau boleh saya menambahkan, pergantian tahun ini tidak usah terlalu repot untuk di maknai tentang apapun.
Mau ber-koreksi-diri? Nggak perlu repot-repot seperti itu, karena sejatinya mengoreksi diri itu patut dilakukan setiap saat. Melakukan hal yang baik nggak harus nunggu diujung tahun yang akan mau tutup 'kan?

Semoga keberkahan Allah selalu menyertai yang baru ini. Aaamiin.
Selamat malam atmosfer Jogja, diujung Desembermu ini~

Jumat, 15 November 2013

Air langit dihari Jum'at

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 21.00 0 komentar
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh .

Thooba yaumuk, Jumu'ah. Jum'at sore ini saya punya cerita.
Minggu ini dikampus sedang ada pergulatan otak atau bahasa singkatnya sedang ada Ujian Tengah Semester...dan ini ujian pertama saya dibangku perkuliahan. Jum'at ini sudah memasuki hari kelima, dengan ujian Bahasa Indonesia.
Sudah beberapa hari ini tanah Jogja saya 'kehujanan', mulai dari intensitas hujan sedang, sampai intensitas hujan yang membuat pakaian saya belum kering-kering dari dua hari lalu :\ Well, saya sangat menikmati hujan di Jogja ini.
Dan, masih sama cuaca pada Jum'at ini. Bahkan saat berangkat kekampuspun saya bertemu dengan air langit ini, namun hanya sebatas gerimis.

Sebelum ke gedung Tsp, saya mampir dulu ke Rektorat kampus. Jalan kaki diatas trotoar dengan gerintikan air langit sebagai teman saya. Saat itu, waktu menunjukkan jam-nya kaum ikhwan untuk sholat jum'at, dan itu artinya kampus sepi. Dan memang benar-benar sepi dari aktivitas apapun, para pengendara motor ditengah jalan yang biasanya sering lewat dengan ganas itupun nggak kelihatan dijum'at siang tadi.
Fenomena yang hanya terjadi pada hari jum'at. Semakin tenang saja rasanya saya berjalan disela-sela gerimis dengan suasana jalan yang sepi .


Sepulang dari Rektorat, saya masih mampir ke gedung MIPA. Ketempat satpam sih lebih tepatnya. Cuma mau menanyakan kiriman paket barang untuk saya, dan ternyata hasilnya nihil..... Katanya paket saya belum ada. Seketika itu juga saya langsung meluncur ke gedung Tsp, untuk melaksanakan ujian kelima saya.

Masih dengan air langit yang meghujani tanah jogja dengan tenangnya. Saya pulang dan kembali berjalan ditengah-tengah air hujan. Mau kemana? Ke Rektorat lagi, masih dengan ambisi -mau ambil paket barang-. Ditengah jalan, air langit turun dengan ganas, hampir basah jilbab kuning saya saat itu. Dengan memeluk tas kuning yang saya gendong kearah depan dan berlari kecil akhirnya kaki saya menginjakan kaki di pos satpam gedung Rektorat kampus. Tapi naasnya, kiriman paket barang saya nggak ada disitu. Akhirnya setelah disarankan, saya kembail lagi ke gedung MIPA. Mau nggak mau, harus kembali jalan ke gedung MIPA. iya, masih ditengah air langit yang keganasannya sudah mulai tenang.
Sampai disana, saya nggak lagi ke pos satpam. Nyesel. Dengan percaya dirinya saya masuk ke gedung MIPA, padahal kalo mau lihat kondisi saya saat itu benar-benar........dalam keadaan basah.
Saya langsung kebagian divisi umum kampus MIPA dan......finally, aku mendapatkannya. Barangnya ada disana. Dan setelah berpikir singkat, "kenapa tadi nggak langsung kesini aja?" Penyesalan memang selalu datang belakangan, brooh.

Akhirnya pulang, langsung saya terobos hujan yang saat itu ternyata semakin naik tingkat keganasannya. Setengah terpaksa hujan-hujanan, karena saya belum punya payung. Akhirnya nekat itu yang mem-payung-i saya untuk pulang. Kesebelan saya sedikit ada ketika tau jalanan deket kost saya banjir -_- Karena saya nggak tega kalo sepatu saya basah, akhirnya pulang tadi saya nggak pakai sepatu. Iya hanya beralaskan kaos kaki pink saya aja. Duh kelakuan mahasiswi baru gede seperti ini, nggak patut ditiru. Terlalu memalukan :p tapi saya nggak malu melakukan itu. XD

Dikamar, menghangatkan badan terutama kaki saya dengan selimut yang setebal-tebalnya. Dengan segelas susu hangat buatan sendiri, semua rasa lelah hari ini, rasa dinginnya hari ini, rasa hujannya hari ini, dan jalanan yang banjir sekalipun...itu nikmat dariNya untuk saya hari ini dan saya mensyukuri bisa bersama air langit disepanjang aktivitas saya jum'at hari ini. Alhamdulillah

Sampai jumpa dilangit hujan berikutnya ya blog :) Maasallamah.
Wassalamu'alaikum ..



Rabu, 06 November 2013

Pahit!

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 20.30 0 komentar
Halo rabu.
Bersyukurnya bersua lagi dengan kamu, rabu pagi.
Hmm :|
Entah pagi tadi saya kena syndrome apa. Enggan rasanya untuk berbicara. Sepatah, dua patah, sepatah-patah kata saja yang keluar. Bisu. Seolah suara saya sangat mahal untuk disuarakan saat itu.

Rasanya kosong.
Rasanya hambar.
Rasanya ada mendung disini.
Sesuatu yang tidak mengenakan sedang berkecamuk dalam jiwa dan pikiran saya hari ini. Ketakutan itu menusuk-nusuk diujung sini.
Mungkin, ini yang disebut dengan syndrome pahit. Apapun itu namanya, ini memang pahit. Semakin diulang, semuanya terasa perih, kaku, sakit, dan pahit. Berhenti diulang, penasaran ini juga enggan diusir dari pikiran saya. Terjangkit syndrome pahit membuat saya jadi serba salah. Padahal saya tau, jika diteruskan itu hanya akan membuat jiwa dan pikiran saya semakin ter-pahit-i .
Sejujurnya. Dari sekian banyak nama-nama lain yang sering disebutnya pada masa lampau saat itu....mungkin hanya nama ini yang berhasil membuat saya jadi hampir 'nggak waras'. Tapi beruntungnya tanganNya masih menguatkan ke-'waras'-an saya hingga detik ini. Saya saja mungkin yang terlalu perasa. Dan mungkin saya hanya perlu bersikap realistis.

Biar bagaimanapun, syndrome pahit ini nggak bisa mendobrak ataupun meruntuhkan tembok kepercayaan saya terhadapnya serta apapun yang masih bisa saya percayai. Berharap tembok ini semakin kuat,tegar,dan nggak runtuh karena serangan syndrome pahit ini. Dan.......semoga nggak ada lagi yang namanya syndrome pahit menimpa jiwa dan pikiran saya.


I'll kept my promise. I'll always trust you. I'll always loving you. I'll always waiting you.

Selasa, 15 Oktober 2013

Maha Pengatur Waktu Yang Hebat

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 09.33 0 komentar
Assalamu'alaikum.
Hallo. 
Saya pulang.
Dunia harus tahu kalau saya pulang. Memaksa pulang mungkin sebenarnya. Dalam liburan yang sangat sempit, saya sempatkan untuk pulang. Iya. Pulang demi ketemu Ibu,Ayah,Ibnu dan Dia yang sudah duluan tiba dicikarang. Kenapa saya sebut "memaksa" pulang? Karena saya hanya diberi jatah libur dua hari, dan rabu sudah memulai lagi aktifitas kerepotan menjadi mahasiswi. Tapi saya yakin, Allah Maha Pengatur Waktu yang Hebat. Apapun bisa terjadi kan. and look at now, finally I get to go home. ALHAMDULILLAH!!!
Biarpun seakan mengejar waktu. Derap langkah yang menggebu untuk sampai diterminal dan menemuni bus pengantar saya kecikarang. Jarak antara kampus ke terminal itu jauhnya kebangetan. Tapi kembali saya yakin, Allah Maha Pengatur Waktu yang Hebat, dan akhirnya saya belum ketinggalan bus. Hanya hampir, karena pada saat itu tepat jam 15.00 saya baru saja sampai diterminal. Allah, terimakasih untuk kebaikan nikmatMu hari ini. Girang hati, besok bisa ketemu mereka-mereka yang saya kangeni.

Ada hal yang menarik ketika dibus. Ternyata saya satu bus dengan teman masa kecil saya yang sekarang kuliah dijogja juga. Kebetulan kan? Dan ini adalah karena Allah maha Pengatur Waktu yang Hebat :) Arrived Cikarang, sekitar Subuh. Langsung tergeletak lelah dikamar.

Dan diwaktu sore, saya ternyata kedatangan tamu istimewa. Ciee~ Alhamdulillah.
Allah pengatur waktu yang hebat, sehingga saya diijinkan bisa bertemu dengan sosok istimewa itu. Meskipun nggak lama, hanya satu jam. Tapi cukuplah waktu itu bisa bertatapan wajah dengannya. Melepas ion-ion kerinduan yang setiap hari menjalar dipermukaan hati<3 singkat tapi terasa istimewa. Itu kebiasaan kita, ketemu sebentar saja. Tidak ada yang berubah, semuanya tampak sama. Wajahnya, penampilannya, perasaannya pun insyaAllah akan sama^^
Menjelang hampir maghrib ia pamit pulang, hati ini seakan ingin menariknya kuat-kuat, mencegah ia pulang. Hehe tapi saya tidak boleh serakah. Waktu yang diatur Allah sudah menunjukan tempo dia akan pulang, dan sudahi pertemuan itu. Masih terbalut rindu, yang kini ada dua kali lipat.

Nggak lama setelah itu, waktu dari Allah kembali menunjukkan kekuasaannya. Dalam daftar planning, saya ingin balik ke Jogja lagi hari selasa. selepas sholat Ied Adha tepatnya, tapi ternyata waktu punya kebaikkan lain, saya pulang hari ini. Senin. Apalagi itupun didukung dengan perintah Ibu saya tercinta, takut kecapean kata beliau kalau saya pulang hari selasa siang. Namun, itulah rencana waktu manusia pasti selalu kalah dengan rencana waktu milik Allah. Dan dengan sangat terpaksa saya pun pulang senin sore. Dalam perjalanan, saya nggak bisa menutupi penolakan hati saya, tumpah ruah tangisan saya dibus. Namun karena saya masih punya rasa malu, tangisan itu nggak jadi tumpah, saya simpan dan akan saya keluarkan kalau nanti sudah sampai di Jogja T------T

*skip*

Waktu, kapan lagi saya bersua dengan mereka-mereka?
Berhenti bertanya chel, perbanyaklah doa saja untuknya, untuk mereka. Dan saya pasrahkan waktu pada Allah, karena Allah, Maha Pengatur Waktu yang Hebat.

Mom,Dad,Nu,Mas<3 Selamat bersua lagi pada waktu yang masih diatur sama Allah. Sabar dan percaya ya bahwa Allah Maha pengatur waktu yang hebat .

Wassalamu'alaikum wr.wb

Jumat, 11 Oktober 2013

My world

Diposting oleh Achelia Afiyanti di 22.52 0 komentar
Assalamu'alaikum wr.wb

Hi blog, how are you?
Cie tambah usang aja nih. Mohon maaf yaa saya baru sempat menjenguk keadaanmu hari ini. Maklumilah blog, saya ini sekarang banyak jadwal, sibuk kemana-kemana. Wkowko. Bohong kok. Bercanda blog. Saya hanya sedang menikmati masa-masa kerepotan menjadi seorang mahasiswi, dengan lauk tugas dan laporan yang bejibun sebagai makanan sehari-hari saya. Ini "nikmat" blog, saking nikmatnya saya sampai nggak sempat menjengukmu. XD *lol . Sibuk. Alibi yang sangat klasik memang, tapi inilah kenyataan hidup. Dan hari ini, saya datang dengan berjuta cerita. Iya sama kamu blog, siap-siap yaaa


Sekitar sebulan dijogja, Saya sepertinya menemukan zona dimana saya bisa menyamankan diri saya sendiri dikota perantauan saya ini. Dan tempat-tempat yang saya maksud itu meliputi trotoar jalan, bunga ditepi jalan, perpustakaan, dan rak buku perpus yang penuh tentang referensi buku psikologi. Huaaaaa...bersyukur bisa lebih dekat dengan kamu mimpi tercinta :) Saya ceritakan satu per satu ya, supaya jelas dan para readers juga bisa nyaman baca blog saya ini hehe XD (meskipun sebenarnya nggak ada yang baca juga sih)

Teman pertama saya : Trotoar jalan kampus dan bunganya
Entah sejak kapan jadi suka dengan dia, si trotoar jalan. Nggak punya alasan jelas yang bisa saya deskripsikan disini. Mungkin sejak saya sering ada keperluan membeli sesuatu diluar kampus yang letak tokonya itu nan jauh diujung, dan saya hanya mengandalkan kaki saya sebagai kendaraan sederhananya :D
Iya sejak itu saya sering jalan sendirian untuk pergi beli sesuatu dan ketika hendak pulang ke kostan, masih dengan berjalan kaki tentunya. Dengan menggendong tas yang beratnya super nikmat itu, saya berjalan diatas trotoar. Ya ditrotoar. Tempat yang sudah disediakan bagi para pejalan kaki layaknya saya ini. Karena hanya seorang diri dan jarak yang ditempuh masih lumayan jauh, untuk menghilangkan kejenuhan saya berjalan akhirnya memicu tangan saya untuk bereaksi. Memang jail saya mulai memungut bunga-bunga yg ada dipinggir trotoar, iya meskipun sebenarnya ngga boleh ya sembarang mungut gitu, tapi selama ngga ada penjaga yang ngeliat ya tetap dilanjutkan.
"Allah, maafkan saya. Saya cinta bunga ciptaanmu ini, maka itu saya petik dan saya bawa pulang dia"
Iya dibawa pulang. Bunga itu saya bawa pulang. Setiap saya jalan dan ketemu bunga apapun itu, saya petik dan saya bawa pulang. Buat apa? Buat nemenin saya dikostan, buat saya taruh dipapan ungu saya. Cukuplah jadi teman dan penghias kamar kecil saya. Dan ini beberapa gambar yang berhasil saya abadikan. Check this out!

 Bunga ini saya ambil didepan Fakultas Psikologi  
Bunga ini saya ambil didepan Perpustakaan
Bunga ini saya ambil disemak-semak .wkwk
Bunga ini saya ambil ditrotoar, depan rektorat tepatnya.

Teman baru kedua : Perpustakaan
Sambil menunggu waktu kosong atau ketika pulang ngampus yang rasanya masih sangat siang, saya menyempatkan diri untuk pergi ketempat yang tersedia beribu buku bacaan dengan rak-rak besar dan tinggi, sampai saya kadang susah menjangkaunya (makanya jangan pendek chel :P) , sebut saja tempat itu perpustakaan. Perpustakaan pusat kampus saya, megah, besar dengan dilapisi kaca-kaca bening disekitarnya.
Agak menyebalkan setiap saya keperpustakaan ini , karena tempat ini nggak pernah sepi dari segerombolan manusia. Selalu saja ramai, iyayalah chel namanya juga perpus, tempat orang belajar juga, dan yang mau belajar bukan cuma kamu aja chel tapi banyak orang. Oke, terpaksa saya kadang harus membaca buku sambil berdiri. Kurang nikmat memang, tapi ini harus dinikmati sambil menunggu tempat duduk yang kosong.

Teman baru ketiga : Rak buku yang penuh referensi buku psikologi *kedip-kedipmata*
Zona nyaman saya ketiga, iya ini dia. Kalau berhubungan dengan psikologi pasti deh langsung cepat tanggap *nyengir* . Sebenarnya tujuan utama saya keteman yang kedua ( perpustakaan, red) itu untuk ketemu dia. Ini ketemu mimpi saya. Sambil naik lift, saya menuju tempat dimana rak-rak besar yang penuh buku psikologi itu ada. Dalam hati menjerit "aaaaa this is my world. I loved this place. Boleh dibawa pulang nggak?" Halaah mulai deh-_-
Rasanya sampai disana itu...kaya mau makan semua bukunya. Maksudnya dibaca semua, dibawa pulang semua, terus nanti saya simpan dilemari kamar, nggak mau saya balik-balikin, wehehe nggak boleh itu chel. Iya karena pada dasarnya buku ini hanya boleh dibaca ditempat. Tapi saya tetap berterimakasih pada perpustakaan ini yang telah menyediakaan buku-buku mimpi saya ini, dan yang paling utama pada Allah karena telah menciptakan nikmat ini semua.
Jreng-jreeng .... ini mereka :D
Psikologi Kepribadian. Love it!
Love you! XD

Dan dan dan....semua hal yang saya lakukan ini benar-benar terasa nikmat karena saya melakukannya sendiri. Iya saya jalan menyusuri jalan sendiri bersama trotoar. Saya menikmati perpustakaan sendiri bersama buku-buku psikologinya. Sendiri. Bukan berarti saya nggak punya teman disini. Tapi saya merasa sendiri itu sesuatu yang bisa dinikmati, sesuatu yang menyenangkan. Serius lho.
Tunggu tunggu...tolong jangan beranggapan saya ini orangnya ngga peduli sesama atau cuek. Nggak kok, saya bukan tipe kaya gitu. Karena lewat sendiri, saya kadang bisa melakukan muhasabah diri, dan lebih mengenal karakter saya sendiri. Karena pada dasarnya, kita ini memang diciptakan hanya sendiri. Orang tua, sahabat, orang terdekat itu pelengkap nikmat yang Allah berikan didunia. Tiba diakhirat nanti? Kitapun akan sendiri.

Jadi, inilah dunia saya. Bagaimana dengan duniamu?

Wassalamu'alaikum wr.wb
 

Regnum Imaginaria Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei